Beranda / Uncategorized / Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling


Ringkasan Cepat:

  • Lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore saat berlayar dari Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga (Level III).
  • Tim SAR gabungan memasuki hari keempat operasi pada Jumat (11/9/2026), memperluas pencarian ke arah barat laut hingga perairan Tambling, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
  • Polda Lampung dan Polda Jawa Barat turut memantau perairan di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi korban terbawa arus.

Tanggamus, 12 September 2026 — Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda hingga ke perairan Tambling, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada hari keempat operasi, Jumat (11/9/2026), setelah tiga hari sebelumnya belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat yang mereka tumpangi.

Mengapa Ini Penting?

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling

Delapan orang hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore saat berlayar dengan speedboat dari Carita, Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput erupsi. Lima jurnalis yang teridentifikasi: M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (freelance) — bersama kapten kapal, satu ABK, dan satu pemandu.

Menurut Liputan6, perluasan pencarian ke perairan Tambling didasarkan pada perhitungan SAR Map Prediction setelah tiga hari operasi belum membuahkan hasil.

Latar Belakang: Erupsi yang Sedang Dipantau

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling

Rombongan berangkat ke Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, yang menurut Badan Geologi Kementerian ESDM berada pada status Level III (Siaga) sejak awal Juli 2026. Gunung ini sempat mengalami erupsi menerus selama 25 jam sejak Jumat malam (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) dini hari, disertai lontaran lava pijar (lava fountain) dan gemuruh yang memicu peringatan dini navigasi penerbangan.

Setelah episode erupsi menerus itu berakhir, aktivitas kembali ke pola letusan Strombolian berkala, namun Badan Geologi tetap menilai probabilitas letusan susulan masih tinggi dan melarang siapa pun mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah. Speedboat rombongan jurnalis hilang kontak pada Senin (7/9/2026) sore, sehari setelah episode erupsi menerus tersebut mereda — saat kondisi vulkanik dan cuaca di perairan Selat Sunda masih dalam pemantauan intensif BMKG dan PVMBG.

Reaksi dan Dampak

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan kepada ANTARA, wilayah pencarian diperluas ke perairan dalam yurisdiksi Polda Lampung sebagai antisipasi jika korban terbawa arus ke utara. Dua tim gabungan Polair, Brimob, dan Basarnas telah menyisir perairan tersebut, namun hingga Kamis (10/9) belum ada titik terang; penyisiran lanjutan via kapal dan patroli udara disiapkan jika cuaca mendukung.

Di Jawa Barat, Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto turut memantau perairan wilayahnya dan menginstruksikan Satpolairud serta nelayan setempat untuk waspada, mengantisipasi kemungkinan korban hanyut sampai ke sana.

Armada dan Personel yang Dikerahkan

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling

Menurut Sinar Lampung, operasi SAR hari keempat melibatkan kapal-kapal dari berbagai unsur: KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, dan TB Gunung Santri. Area pencarian dibagi menjadi empat sektor utama ditambah satu sektor khusus, dengan total cakupan sekitar 3.243,7 mil laut persegi.

Sebelum bergerak ke Tambling, KN SAR Basudewa sempat bermalam di Pulau Tabuan, Tanggamus, sebelum melanjutkan penyisiran ke perairan sekitarnya. Unsur pencarian melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta relawan dan masyarakat setempat.

Kronologi Peristiwa

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Meluas ke Perairan Tambling
WaktuKejadianSumber
Senin, 7/9/2026 soreSpeedboat pembawa 5 jurnalis dan 3 kru kapal hilang kontak dalam perjalanan dari Carita menuju Gunung Anak KrakatauSinar Lampung
Kamis, 10/9/2026Polda Lampung memperluas pencarian ke perairan Lampung sebagai antisipasi arusANTARA
Jumat, 11/9/2026Operasi SAR hari keempat: area dibagi 4 sektor utama + 1 sektor khusus (~3.243,7 mil laut persegi); pencarian meluas ke perairan Tambling, TanggamusSinar Lampung, Liputan6
Jumat, 11/9/2026Polda Jabar turut memantau perairan wilayahnyaANTARA

Baca Juga Warga Usia 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening BRI atau BSI, Arahan Prabowo?

Apa Selanjutnya?

Operasi SAR gabungan akan terus disesuaikan mengikuti evaluasi harian dan cuaca. Gelombang di area operasi dilaporkan 0,5–2,5 meter dengan angin 10–20 knot dari arah tenggara hingga selatan; tim SAR menyatakan keselamatan personel tetap prioritas dalam menentukan sektor dan metode penyisiran berikutnya, termasuk kemungkinan patroli udara bila kondisi awan dan cuaca memungkinkan.


Artikel ini disusun oleh Redaksi indonesiancore berdasarkan pemberitaan ANTARA, Liputan6, dan Sinar Lampung. Informasi akan diperbarui seiring perkembangan dari Basarnas dan kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *