Ringkasan Cepat:
- Basarnas memperpanjang operasi SAR tujuh hari pada hari ke-14 (Sabtu, 26/9/2026), dengan evaluasi setiap tiga hari. Menurut Detik, perpanjangan berlaku hingga 3 Oktober 2026.
- Dari 243 orang dalam manifes, 172 sudah ditemukan (108 selamat, 64 meninggal) dan 71 masih dicari per 26 September. Data Basarnas 27 September mencatat 174 ditemukan (66 meninggal) dan 69 masih dicari.
- Penyebab kecelakaan belum dipastikan. KNKT menyelidiki, sementara Kemenhub menyatakan kapal tidak kelebihan muatan penumpang.
indonesiancore – Basarnas resmi memperpanjang operasi SAR KM Virgo Transport 8 selama tujuh hari, dengan evaluasi setiap tiga hari, setelah 71 dari 243 orang dalam manifes belum ditemukan pada hari ke-14 pencarian, Sabtu (26/9/2026). Kapal rute Surabaya–Banjarmasin itu terbalik di Laut Jawa pada 13 September; hingga 27 September, 69 orang masih dicari.
Mengapa Perpanjangan Ini Penting?

Perpanjangan memberi tim SAR waktu tambahan untuk menyisir dua area: bagian dalam bangkai kapal di dasar laut dan pesisir Kalimantan Tengah. Pada hari ke-14, temuan datang dari kedua area itu sekaligus.
Kapal berangkat dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 06.52, menurut Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto kepada Tempo. Operatornya PT Virgo Karya Shipping. Sekitar pukul 02.00 WITA pada 13 September, nakhoda melaporkan kapal miring, lalu kontak terputus. Posisi terakhir kapal sekitar 80 mil laut dari Banjarmasin, menurut ANTARA.
Kapal membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak. Menurut Indonesia Safety Center, kapal juga mengangkut 89 kendaraan. Kemenhub menyatakan jumlah itu jauh di bawah kapasitas maksimum 500 orang.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo Nur Sasongko menjelaskan skema perpanjangannya dalam konferensi pers di Banjarmasin, seperti dikutip Antara:
“…tapi akan kita evaluasi setiap tiga hari.”
— Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, Direktur Operasi Basarnas, Sabtu (26/9/2026)
Reaksi dan Dampak: Temuan Hari Ke-14 dan Soal Salvage

Pada hari ke-14, tim SAR gabungan mengevakuasi 11 jenazah, menurut RRI. Empat jenazah ditemukan penyelam di dalam badan kapal. Tujuh lainnya ditemukan di perairan Kalimantan Tengah: empat di Kabupaten Sukamara, dua di Seruyan, dan satu di Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Penyelaman berlangsung di kedalaman sekitar 16 meter, terutama di ruang-ruang dalam kapal yang dinilai aman dimasuki. Yudhi mengatakan arus pada hari itu relatif normal. Sebelumnya, penyelam memecahkan sejumlah kaca kapal agar akses terbuka, menurut Arina.id.
Selama masa perpanjangan, Basarnas mengganti kapal pendukung. KN SAR Pacitan ditarik ke Banjarmasin dan digantikan KN SAR Purworejo 101 dari Tanjung Pinang. Menurut Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana, kapal pengganti itu dilengkapi ruang hiperbarik untuk menangani risiko penyakit dekompresi pada penyelam.
Tim SAR juga meminta pengangkatan bangkai kapal atau salvage agar bagian kapal yang sulit dijangkau bisa diperiksa. Namun salvage bukan wewenang Basarnas. Sudayana menegaskan pada 22 September:
“Kami tidak terlibat dalam operasi salvage itu.”
— I Putu Sudayana, Kepala Kantor SAR Banjarmasin, Selasa (22/9/2026)
Menurutnya, salvage ditangani perusahaan dan pihak asuransi. Ia menambahkan bahwa lumpur mulai masuk ke badan kapal dan kestabilan kapal yang miring belum diketahui. Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengingatkan bahwa Pasal 203 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran mewajibkan pemilik kapal menyingkirkan kerangka kapal yang mengganggu keselamatan pelayaran paling lama 180 hari sejak kapal tenggelam.
Soal penyebab, belum ada kesimpulan resmi. Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyebut, berdasarkan keterangan nakhoda, kapal miring setelah dihantam ombak dari lambung kanan, menurut IDN Times. Basarnas menegaskan hal itu belum dapat dipastikan dan menjadi bahan bagi KNKT. Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan pihaknya tidak ingin mendahului hasil investigasi KNKT.
Di perairan lain, tim SAR gabungan pada 12 September juga memperluas pencarian delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda hingga perairan Tambling, Lampung.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
| 12 Sep 2026, 06.52 | Kapal berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin | Tempo (KSOP Banjarmasin) |
| 13 Sep 2026, ±02.00 WITA | Nakhoda melapor kapal miring, kontak terputus | ANTARA, Tempo |
| 14 Sep 2026, 15.30 WITA | 115 orang ditemukan (109 selamat, 6 meninggal), 128 dicari | ANTARA |
| 16 Sep 2026 (hari ke-4) | 129 orang dicari, belum ada korban baru; salvage disiapkan | Gurindam.id |
| 22 Sep 2026 | 108 selamat, 15 meninggal, 120 dicari | Kalselmaju.com |
| 24 Sep 2026 (hari ke-12) | 108 selamat, 42 meninggal, 93 dicari; 14 jasad dari badan kapal | Jurnal Patroli News |
| 26 Sep 2026 (hari ke-14) | 172 ditemukan (108 selamat, 64 meninggal), 71 dicari; operasi diperpanjang | RRI, NU Online |
| 27 Sep 2026 | 174 ditemukan (66 meninggal), 69 dicari | Basarnas via Economic Traveling |
Angka awal antarmedia sedikit berbeda (misalnya 108 atau 109 korban selamat pada hari kedua). Pembaca sebaiknya merujuk rilis resmi Basarnas.
Apa Selanjutnya?

Basarnas akan mengevaluasi operasi setiap tiga hari untuk menentukan langkah berikutnya. Menurut Detik, masa perpanjangan berlaku hingga 3 Oktober 2026, dan tim SAR menargetkan seluruh korban ditemukan sebelum operasi berakhir.
Dua hal menentukan perkembangan berikutnya. Pertama, apakah salvage oleh pemilik kapal dan asuransi berjalan, karena akan membuka akses ke bagian kapal yang sulit dijangkau. Kedua, hasil investigasi KNKT tentang penyebab kapal miring dan terbalik. Basarnas meminta keluarga korban dan masyarakat mengutamakan informasi dari kanal resmi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa korban KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan?
Per 26 September 2026, Basarnas mencatat 71 orang belum ditemukan dari 243 orang dalam manifes. Data 27 September menyebut 69 orang masih dicari.
Sampai kapan operasi SAR KM Virgo Transport 8 diperpanjang?
Basarnas memperpanjang operasi tujuh hari pada 26 September dengan evaluasi setiap tiga hari. Menurut Detik, perpanjangan berlaku hingga 3 Oktober 2026.
Apa penyebab KM Virgo Transport 8 terbalik?
Belum dipastikan. Nakhoda menyebut kapal dihantam ombak dari lambung kanan, tetapi penyebab pasti masih diselidiki KNKT.





